Duolingo English Test: Murah, Cepat, dan Bisa dari Rumah
Halo, teman-teman. Jadi ceritanya minggu lalu ada adik kelas aku yang mau daftar S2 ke luar negeri. Semua berjalan lancar sampai dia lihat satu baris di halaman admission: proof of English proficiency. Dia cek harga IELTS, langsung kaget. “Kak, kok Rp3 juta-an? Itu belum ngikut les lho.”
Nah, di situlah aku cerita soal Duolingo English Test — tes bahasa Inggris yang belakangan ini makin sering muncul di daftar syarat kampus luar negeri. Harganya jauh lebih murah, prosesnya dari rumah, dan hasilnya keluar cepat. Tentu saja bukan berarti dia cocok untuk semua orang — dan di artikel ini aku mau ajak kamu mikir keras bareng: kapan DET ini layak dipilih, kapan sebaiknya tetap IELTS atau TOEFL.
Apa Sebenarnya Duolingo English Test Itu?
Duolingo English Test (sering disingkat DET) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang dikerjakan sepenuhnya online, dari rumah, lewat laptop. Tidak ada pusat tes, tidak ada jadwal yang harus dipesan berminggu-minggu sebelumnya. Kamu bayar, siapkan alatnya, kerjakan sekitar satu jam, selesai.
Saat ini hasilnya diakui ribuan institusi di berbagai negara — angka yang beredar di halaman resminya menyebut lebih dari 5.000 program, dan terus bertambah. Tapi hati-hati: yang menentukan diterima atau bukan tetap kampus atau penyedia beasiswamu, bukan popularitas tesnya. Jadi langkah pertama selalu sama: cek dulu halaman admission atau panduan beasiswanya.
Kalau kamu masih binggun memilih tes bahasa yang mana, aku pernah bahas perbandingannya di artikel IELTS vs TOEFL untuk beasiswa.
Kenapa Det Ini Belakangan Ramai?
Aku suka pakai analogi gini: kalau IELTS itu seperti ujian sekolah yang harus ke aula bareng ratusan orang, Duolingo English Test itu seperti ujian take-home yang diawasi kamera. Beda tempat, tapi aturannya tetap ketat.
Tiga alasan utama orang pindah ke DET: harga, kecepatan hasil, dan kenyamanan lokasi. Biarpun begitu, tetap ada trade-off-nya. Cek tabel ini biar kelihatan adil:
| Aspek | Duolingo English Test | TOEFL iBT | IELTS |
|---|---|---|---|
| Perkiraan biaya | Sekitar $65 (paket 2 tes sekitar $110) | Sekitar $200-an | Sekitar Rp3 juta-an |
| Durasi tes | Sekitar 1 jam | Sekitar 2 jam | Sekitar 2 jam 45 menit |
| Lokasi | Dari rumah (online) | Pusat tes atau edisi rumah | Pusat tes (ada komputer di pusat tes) |
| Hasil keluar | Sekitar 2 hari (bisa lebih cepat dengan biaya tambahan) | Bervariasi, umumnya beberapa hari | Bervariasi, umumnya beberapa hari |
| Skala skor | 10–160 | 0–120 | Band 0–9 |
Angka-angka di atas itu perkiraan dan bisa berubah sewaktu-waktu — Duolingo memang sesekali menyesuaikan harga. Jadi jadikan tabel ini peta awal, bukan harga final. Saat kamu benar-benar mau bayar, cocokkan lagi di situs resmi Duolingo English Test.
Format Tesnya Seperti Apa?
Ini bagian yang menurut aku paling unik. Total waktu tesnya cuma sekitar satu jam, dibagi tiga bagian:
| Bagian | Durasi | Isinya |
|---|---|---|
| Persiapan (setup) | 5 menit | Verifikasi identitas (KTP/paspor), cek kamera, mikrofon, dan aturan tes |
| Tes adaptif | 45 menit | Beragam soal: lengkapi kalimat, dengar-lalu-pilih, tulis ulang yang didengar, baca nyaring, tulis tentang gambar, dan lainnya |
| Menulis & berbicara | 10 menit | Satu tugas menulis dan satu tugas berbicara; rekaman ini bisa dilihat langsung oleh kampus tujuan |
Kata kuncinya: adaptif. Kalau kamu jawab benar, soal berikutnya makin sulit. Kalau salah, makin mudah. Jadi jangan kaget kalau tesnya terasa “aneh” — kadang kerasa gampang, tiba-tiba dadak susah. Itu justru tanda sistemnya sedang mencari level kemampuanmu yang sebenarnya. Analoginya kayak naik tangga yang tingginya menyesuaikan tinggi badanmu.
Jenis soalnya juga beda dari IELTS yang formal-formal. Kamu akan ketemu soal menulis deskripsi gambar, membaca nyaring sebuah kalimat, atau mendiktekan apa yang kamu dengar. Jenjangnya dari 20 detik sampai beberapa menit per soal. Menurutku format begini lebih “manusiawi” buat orang yang gugup kalau harus duduk dua jam penuh.
Membaca Skor: Angka dan Subskornya
Skor totalnya ada di rentang 10 sampai 160. Nah, yang sering bikin bingung adalah: “Skor 115 itu bagus atau bukan sih?” Nah, karena kita lebih terbiasa dengan band IELTS, berikut perkiraan kasarnya:
| Skor DET | Perkiraan setara IELTS (umumnya) |
|---|---|
| 95–100 | Band 6.0 |
| 105–115 | Band 6.5 |
| 120–125 | Band 7.0 |
| 130 ke atas | Band 7.5–8.0 |
Tabel ini konversi umum yang beredar, bukan standar resmi. Tiap kampus punya ambang batasnya sendiri — ada yang minta DET 110, ada yang 120 — dan sebagian kampus bahkan memberi pilihan: DET sekian ATAU IELTS sekian. Selalu baca halaman programmu satu per satu.
Selain skor total, kamu juga dapat empat subskor:
| Subskor | Kemampuan yang Diukur |
|---|---|
| Literacy | Membaca dan menulis |
| Comprehension | Membaca dan mendengar |
| Conversation | Mendengar dan berbicara |
| Production | Menulis dan berbicara |
Subskor ini berguna banget buat analisis diri. Aku pernah lihat teman yang skor totalnya tinggi tapi Conversation-nya jeblok — ya jelas, dia jarang ngomong Inggris. Setelah sebulan latihan speaking ke temannya (kadang sambil ketawa karena kaku banget), tes ulang dan naik signifikan.
Biaya dan Hal Kecil yang Sering Nyelip
Modus biayanya kira-kira begini (cek harga terbaru saat membayar, ya):
| Pengeluaran | Perkiraan | Catatan |
|---|---|---|
| 1 kali tes | Sekitar $65 | Harga per tes kalau beli satuan |
| Paket 2 tes | Sekitar $110 total | Lebih hemat kalau kamu sudah merencanakan tes ulang |
| Opsi hasil lebih cepat | Ada biaya tambahan | Untuk mempercepat keluarnya skor; cek nominal di situs resmi |
| Kirim skor ke kampus | Gratis | Bisa dikirim ke institusi tujuan tanpa biaya tambahan |
Dua hal kecil yang sering bikin orang panik: pembayaran umumnya hanya menerima kartu kredit, dan kredit tes hangus dalam 21 hari sejak pembelian — di dalamnya kamu hanya punya beberapa kali kesempatan memulai (kalau koneksi putus di tengah, itu dihitung). Jadi jangan beli dulu “buat jaga-jaga” kalau kamu belum siap. Anggap kayak tiket konser: beli saat kamu yakin bisa datang.
Aturan Main Saat Tes dari Rumah
“Dari rumah” bukan berarti sambil rebahan. Ini aturan yang umumnya berlaku, dan semuanya masuk akal kalau kamu posisikan diri sebagai pihak yang menilai:
- Ruangan harus sepi — sendirian, pintu tertutup, tidak ada orang lewat di belakang.
- Telinga terlihat — jangan pakai penutup kepala; rambut panjang diungkap.
- Mata jangan lepas dari layar — melirik HP atau kertas di meja bisa dianggap pelanggaran.
- Identitas dipegang ke kamera — KTP atau paspor.
- Koneksi harus stabil — sinyal WiFi goyang-goyang itu musuh utama.
- Jangan ngomong sendiri di bagian yang bukan speaking.
Proses penilaianannya diawasi kombinasi manusia dan AI. Kalau terdeteksi pelanggaran, tesmu bisa tidak dinilai — dan uangnya tidak kembali. Serem? Iya. Tapi sepanjang kamu main bersih, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Formatnya mirip banget dengan wawancara online di depan kamera: kuncinya cuma satu, latihan sampai terasa biasa.
Kesalahan yang Sering Terjadi (dan Cara Menghindarinya)
| Kesalahan | Akibatnya | Solusinya |
|---|---|---|
| Beli tes jauh-jauh hari sebelum siap | Kredit hangus 21 hari | Beli hanya kalau sudah mantap latihan |
| Lupa cek apakah kampus menerima DET | Uang keluar, syarat tidak terpenuhi | Cek halaman admission lebih dulu |
| Internet tidak stabil | Tes terputus, percobaan memulai berkurang | Pakai koneksi paling andal, hindari hotspot dadakan |
| Melirik keluar layar | Risiko tes tidak dinilai | Latihan menatap layar penuh 1 jam |
| Langsung tes tanpa coba latihan | Pusing lihat format soal aneh | Kerjakan tes latihan gratis di situs resmi |
Soal latihan: Duolingo menyediakan tes latihan gratis yang bisa dikerjakan berulang. Skornya tidak resmi, tapi bentuk soalnya nyaris sama. Aku saranin minimal dua-tiga kali latihan sebelum tes sungguhan. Gratis itu, kenapa nggak.
Bagaimana dengan Beasiswa di Indonesia?
Pertanyaan bagus. Untuk beasiswa pemerintah seperti LPDP, persyaratan bahasa Inggrisnya umumnya merujuk ke TOEFL IELTS (dan sejenisnya) dengan ketentuan yang berubah tiap tahun — jadi cek panduan resmi tahun pendaftarannya, jangan mengandalkan artikel termasuk artikel ini hehee. Duolingo English Test lebih sering dipakai untuk syarat masuk kampus luar negeri, terutama universitas di AS, dan sebagian di Kanada serta Eropa. Jadi strateginya begini: kalau tujuanmu LoA kampus, DET bisa jadi senjata hemat. Kalau tujuanmu beasiswa yang mensyaratkan IELTS, ya ambil IELTS — persiapannya bisa kamu baca di cara ikut IELTS di Indonesia.
Dan kalau kamu sudah dapet skor tapi masih tahap memburu kampus, cek juga cara dapat LoA dari universitas luar negeri biar peta perjuangannya utuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Duolingo English Test diakui untuk beasiswa?
Tergantung penyedia beasiswanya. Ribuan universitas di dunia menerimanya, terutama untuk syarat admission. Tapi sebagian beasiswa — termasuk beberapa beasiswa pemerintah — masih mensyaratkan TOEFL atau IELTS. Selalu cek halaman resmi beasiswa dan kampusnya sebelum membeli tes.
Berapa kali bisa ikut Duolingo English Test?
Bisa lebih dari sekali — paket 2 tes memang tersedia untuk itu. Tapi ada batasan jumlah tes dalam kurun waktu tertentu sesuai ketentuan Duolingo, dan tiap kredit tes punya masa berlaku 21 hari. Rencanakan tes ulangmu dengan saksama.
Alat apa saja yang dibutuhkan?
Laptop atau komputer dengan kamera dan mikrofon yang jelas, koneksi internet stabil, KTP atau paspor untuk verifikasi, plus ruangan yang sepi dan cukup terang. HP saja tidak cukup — tes ini harus dikerjakan di komputer.
Skor berapa yang dianggap bagus?
Sekitar 120 ke atas umumnya sudah setara IELTS band 7.0 dan cukup untuk banyak program. Untuk program yang lebih kompetitif, sebagian minta lebih tinggi. Cek langsung ambang skor di halaman program yang kamu tuju.
Baca Juga
- IELTS vs TOEFL: Pilih yang Mana untuk Beasiswa?
- Cara Ikut IELTS di Indonesia
- Timeline Persiapan Beasiswa 12 Bulan
PENUTUP_MARK
Gimana, apakah kamu sedang menimbang-nimbang ambil tes ini? Cerita aku di atas cuma satu dari banyak jalur — pada akhirnya pilihan tes bahasa itu kayak pilih sepatu: yang penting bukan mereknya, tapi yang pas dengan ukuran kakimu (dan kantongmu, hehee). Kalau kamu sudah pernah ikut Duolingo English Test, aku pengen banget dengar pengalamannya — gampangnya seberapa? Skornya sesuai ekspektasi atau justru bikin kaget? Sampai jumpa di kolom komentar, ya.
