Beasiswa DBS Foundation: Fakta Program yang Sebenarnya Ada

⏱ 9 menit baca📖 1,764 kata✅ Terverifikasi redaksi

Hai teman-teman. Jadi kemarin ada yang ngirim DM ke aku, tanya begini: “kak, beasiswa DBS Tumbuh Bersama itu daftarnya di mana ya?” Dan aku baca lagi pertanyaan itu… lama. Soalnya jujur ya, aku nggak bisa nemuin program beasiswa S1/S2 bernama “Tumbuh Bersama” dari DBS. Nggak ada pengumuman resminya, nggak ada halamannya. Yang ada justru program lain — dan menurutku ini salah satu yang paling sayang buat dilewatkan di Indonesia.

Program yang aku maksud namanya Coding Camp powered by DBS Foundation. Kolaborasi DBS Foundation (yayasan bank DBS) sama Dicoding, jalan sejak 2022. Tujuannya satu: melatih talenta digital Indonesia, gratis 100%. Bukan potongan biaya, bukan “beasiswa 50%”, tapi gratis semuanya. Dan buat jelas sekalian di awal: ini bukan beasiswa kuliah bergelar. Nggak ada SPP S1/S2 yang dibayarin. Ini program pelatihan keterampilan kerja — dan di beberapa hal, justru karena itu dia layak masuk daftar incaranmu.

Makanya di postingan ini aku mau luruskan dulu miskonsepsi “beasiswa DBS Tumbuh Bersama” itu, baru habis itu kita bedah tuntas Coding Camp DBS Foundation: apa saja yang ditawarkan, siapa yang boleh ikut, timeline-nya, dan gimana alurnya dari daftar sampai dapat sertifikat. Buat kamu yang nyasar ke sini karena googling “beasiswa DBS” — tenang, kamu nggak salah tempat. Cuma namanya yang perlu diluruskan, hehee.

Pertama, Soal “Beasiswa DBS Tumbuh Bersama” Itu Sendiri

Aku udah coba cari di beberapa sumber, dan hasilnya konsisten: nggak ada program beasiswa bergelar S1/S2 atas nama “DBS Tumbuh Bersama”. Nggak ada di kanal resmi DBS Indonesia, nggak ada pengumuman beasiswanya di portal-portal beasiswa yang biasa nge-track program tahunan. Jadi kalau kamu nemu link yang bilang “daftar beasiswa DBS Tumbuh Bersama, bayar biaya administrasi” — itu hampir pasti bukan program resmi, dan mungkin malah penipuan. Beasiswa beneran nggak minta bayaran di depan.

Lalu kenapa nama “Tumbuh Bersama”-nya bisa nyempil di kepala orang? Aku curiga begini: tema “growing together” memang sering dipakai program CSR bank, dan tagline macam ini gampang nyasar jadi “nama beasiswa” di ingatan kolektif. Plus DBS Foundation emang aktif banget urusan sosial — dari pelatihan digital sampai hibah untuk usaha sosial. Nah, dari semua itu, yang paling relevan buat kalian yang lagi mikirin biaya pendidikan dan masa depan karier adalah Coding Camp ini.

Dan satu lagi biar adil: mahasiswa S1 atau D4 yang butuh bantuan biaya kuliah beneran — itu jalurnya beda. Ada program seperti beasiswa BCA dan bank BUMN lainnya, atau yang lebih luas lagi panduan beasiswa BUMN yang pernah aku rangkum. Coding Camp DBS bukan pengganti itu semua — dia main di ranah lain: keterampilan kerja.

Kebutuhanmu Program yang Cocok Catatan
Biaya kuliah S1/D4 dibayarin Beasiswa bank/BUMN/yayasan BCA, Pertamina, Djarum, dan sejenisnya — cek artikel terkait di blog ini
Lanjut S2/S3 dalam/luar negeri LPDP, Beasiswa Unggulan, dsb. Contoh jalurnya di panduan LPDP
Keterampilan digital + sertifikat, gratis Coding Camp DBS Foundation Topik artikel ini — non-gelar, fokus siap kerja
“Beasiswa DBS Tumbuh Bersama” Tidak ditemukan program resminya Waspadai penipuan berkedok biaya administrasi

Apa Itu Coding Camp powered by DBS Foundation?

Sederhananya: program beasiswa pelatihan teknologi informasi kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding. Dicoding itu platform belajar coding buatan Indonesia yang kurikulumnya berstandar industri global — jadi materinya bukan tutorial asal-asalan dari internet. Sejak Oktober 2024 program ini resmi jadi “Coding Camp powered by DBS Foundation | Road to Future Workforce”, dan terus berlanjut sampai angkatan 2026 yang sekarang. Bahkan targetnya disebut-sebut mau mencetak puluhan ribu talenta digital muda — angka yang gede banget kalau dipikir ini semua gratis.

Yang khas dari program ini, dia bukan cuma kelas coding. Ada tiga prinsip yang mereka sebut sendiri: accelerating (mempercepat orang biasa jadi ahli IT), in-depth (spesialisasi di satu bidang, bukan dangkal di banyak hal), dan comprehensive (nggak cuma teknis — ada soft skill, bahasa Inggris, sampai literasi keuangan). Nah yang terakhir itu masuk banget, ya. Bank yang menyelenggarakan, wajar aja dia ikut nagih anak muda paham ngatur uang. Suka atau suka, hehee.

Format belajarnya campuran: ada belajar mandiri online di platform Dicoding, ada sesi live bareng praktisi industri, mentoring, dan capstone project — proyek nyata berbasis masalah dunia kerja, bukan tugas tebak-tebakan. Total durasi belajarnya kalau dijumlah bisa ratusan jam.

Aspek Detail
Penyelenggara DBS Foundation × Dicoding (sejak 2022)
Biaya Gratis 100% (termasuk kelas dasar dan menengah)
Format Online: belajar mandiri + sesi live + mentoring + capstone project
Jurusan/learning path Gen AI Engineer, Data Scientist, Full-Stack Web Developer, AI Engineer
Non-teknis Soft skill, bahasa Inggris, literasi keuangan
Sertifikat Ada, untuk portofolio karier

Empat Learning Path — Pilih yang Mana?

Ini bagian yang paling sering ditanya: “aku harus jago dulu dong?” Jawabannya justru nggak. Program ini memang didesain dari nol. Tapi kamu tetap harus milih satu jalur di awal, dan pilihan itu nggak bisa asal coblos. Biar gampang, aku rangkum kegunaan masing-masing biar kamu bisa ngebayangin cocoknya sama rencanamu yang mana:

Learning Path Buat Kamu yang… Contoh Materi
Gen AI Engineer Pengen main di gelombang AI generatif (chatbot, aplikasi berbasis LLM) Belajar Dasar AI, Prompt Engineering, Python, Machine Learning untuk Pemula
Data Scientist Suka angka, analisis, dan cerita di balik data Dasar Data Science, SQL, Python, Machine Learning untuk Pemula
Full-Stack Web Developer Pengen bisa bikin website/aplikasi utuh dari depan sampai belakang Dasar Pemrograman Web, JavaScript, Front-End untuk Pemula
AI Engineer Target jadi engineer AI yang lebih dalam dari sekadar pemakai tools Dasar AI, Python, Machine Learning, Fundamental Deep Learning

Gimana cara milih? Pikirkan dua hal: bakat alamimu dan rencana kerjamu. Kalau kamu tipe orang yang betah ngurus detail dan logika, Full-Stack atau Data Scientist cocok. Kalau kamu tipe yang suka ngikutin tren teknologi baru banget (dan mau naik kereta AI sekarang), dua jalur AI itu namanya. Dan tenang — kelas dasar semua path itu gratis, jadi kalau ternyata nggak cocok, kamu nggak rugi apa-apa. Nggak seperti kuliah yang salah jurusan bakal nyesel 4 tahun, hehee.

Syarat Daftar — Santedrnya Sesuatu yang Semua Orang Bisa

Bandingkan syarat Coding Camp dengan beasiswa bergelar yang IPK-nya diminta 3.00 ke atas — di sini nggak ada itu semua. Syaratnya sederhana sampai bikin orang salah persepsi “kok gampang banget sih”:

Syarat Keterangan
Kewarganegaraan WNI
Terbuka untuk Umum — pelajar, mahasiswa, pengangguran, sampai yang sudah kerja tapi mau pindah jalur
Alat Laptop/komputer + internet
Komitmen Sanggup mengikuti program sampai akhir
Batasan riil satu-satunya Belum pernah ikut Coding Camp 2025 maupun 2026 Batch 1 & 2 (biar kesempatannya berputar)
IPK/ijazah/TOEFL Tidak diminta

Nah itu dia. Nggak ada IPK, nggak ada SKTM, nggak ada esai tiga halaman. Tapi justru karena itu, banyak yang daftar — dan di situlah seleksinya sebenernya terjadi: bukan di administrasi, tapi di konsistensi menyelesaikan kelasnya. Program gratis itu kejam dengan cara sendiri: nggak ada yang nge-ground kamu buat belajar. Yang bertahan sampai akhir biasanya yang dari awal emang niat.

Alur dan Timeline: Dari Formulir sampai Sertifikat

Alurnya begini: kamu isi formulir pendaftaran online, pilih learning path, terus langsung dikasih akses kelas-kelas dasar. Nah, di sinilah bedanya sama bootcamp berbayar — kamu nggak nunggu seleksi dulu baru boleh belajar. Kamu belajar duluan, dan selesaian belajarmu itu yang jadi tiket seleksinya untuk naik ke kelas lanjutan. Kurang lebih seperti main game: selesaikan misi, buka level berikutnya.

Milestone-milenya ada tiga, dan semuanya jelas:

Milestone Isinya
1. Jelajahi kelas pertama Buka dan capai progres di kelas dasar learning path-mu
2. Selesaikan kelas Financial Literacy Kelas wajib literasi keuangan — iya, wajib
3. Selesaikan seluruh kelas learning path Semua kelas terbuka, termasuk kelas soft skill Strategi Pengembangan Diri

Setelah tiga milestone itu beres, kamu masuk antrian seleksi Beasiswa Kelas Lanjutan — kelas yang lebih dalam di bidangmu (misalnya Fundamental Deep Learning untuk path AI, atau Fundamental Front-End untuk path Full-Stack). Kuotanya terbatas dan diprioritaskan buat yang cepat, jadi logikanya sederhana: semakin cepat kamu menyelesaikan semua kelas dasar, semakin besar peluang masuk seleksi kelas lanjutan. Ini bukan gimana cepat isi form, tapi gimana cepat belajar.

Soal jadwal, angkatan 2026 terakhir membuka registrasi 21 Oktober 2025 sampai 15 Januari 2026, dengan proses seleksi dan belajar mandiri berjalan sampai pertengahan September 2026, dan pengumuman kelas lanjutan berbatch (Batch 1: 19 Agustus, Batch 2: 30 September 2026). Buat angkatan berikutnya polanya biasanya mirip: dibuka menjelang akhir tahun, ditutup awal tahun. Tapi ingat ya, tanggal spesifik selalu bisa berubah — jadi angka di atas itu pola, bukan jaminan.

Kenapa Ini Menarik Buat Anak Beasiswa?

Di titik ini mungkin kamu mikir: “terus hubungannya dengan beasiswa apa? Ini kan pelatihan.” Nah ini menariknya. Aku sering lihat pola kayak gini: orang dapat beasiswa bantuan biaya seperti PPA/BBM atau program SKT lain, tapi setelah lulus tetap nganggur — karena yang dibayarin cuma kuliahnya, bukan kesiapan kerjanya. Program kayak Coding Camp ini nutup sisi yang itu.

Dan sebaliknya: buat kamu yang lagi menyusun aplikasi beasiswa bergelar, sertifikat kompetensi dari program kayak gini itu amunisi esai. Bayangin kamu daftar beasiswa dan bisa nulis “menyelesaikan program pelatihan AI engineer berstandar industri dengan capstone project” — itu bukti konkret, bukan cuma klaim “saya pribadi yang tekun”. Nah, buat yang masih bingung nyusun dokumen aplikasi beasiswa secara umum, aku pernah rangkum di checklist dokumen beasiswa.

FAQ

1. Jadi “beasiswa DBS Tumbuh Bersama” itu nggak ada?
Sampai artikel ini ditulis, aku nggak menemukan program resmi bernama persis begitu dari DBS. Yang ada dan terverifikasi adalah Coding Camp powered by DBS Foundation. Kalau nemu penawaran atas nama lain yang minta bayaran — curigai itu penipuan.

2. Coding Camp ini bisa gantiin kuliah S1?
Nggak. Ini non-gelar. Kamu dapat keterampilan dan sertifikat, bukan ijazah. Kalau targetmu gelar S1/S2, jalurnya tetap beasiswa bergelar — Coding Camp bisa jadi pelengkap di sampingnya, bukan pengganti.

3. Aku mahasiswa semester awal yang butuh uang saku — ini cocok?
Depends. Coding Camp nggak kasih uang saku. Kalau yang kamu butuhkan bantuan biaya kuliah, cari beasiswa tunai — misalnya yang kubahas di artikel beasiswa BCA dan bank BUMN. Coding Camp itu investasi jangka panjang, buka pintu kerja.

4. Nggak bisa coding sama sekali, tetap boleh daftar?
Boleh banget. Kelasnya memang dibuat dari level dasar. Yang penting kamu punya laptop, internet, dan kesungguhan ngerjain milestone-nya. Sisanya ngejar konsistensi, bukan bakat bawaan lahir.

Gimana, tertarik? Kalau kamu sempat sempat pernah salah search “beasiswa DBS” dan nyasar kemari, beruntung — setidaknya sekarang kamu tahu program yang beneran ada. Dan kalau kamu udah pernah ikut Coding Camp (atau malah pernah ketipu beasiswa palsu atas nama DBS), cerita dong di komentar atau kabari aku ya — aku pengen denger pengalaman kalian, soalnya topik ini yang paling sering bikin orang salah kaprah.

Baca Juga

Info terbaru selalu di sumber resminya: Coding Camp powered by DBS Foundation.




Similar Posts