Beasiswa Chevening vs Commonwealth: Bedanya Apa dan Mana yang Bisa Kamu Daftar?
Panduan lengkap seputar beasiswa chevening ini kami rangkum biar kamu nggak perlu bolak-balik buka sepuluh tab. Simak sampai habis, ya.
- Chevening Dulu: Beasiswa Inggris yang Terbuka untuk Kita
- Commonwealth Scholarship: Bagus Banget, Tapi Ada Catatan Kecil (yang Penting Banget)
- Perbandingan Berdampingan: Mana Bedanya, Mana Sama
- Isi Kantongnya: Apa Saja yang Ditanggung?
- Timeline Chevening Gelombang 2027/2028
- Kalau Commonwealth Tertutup, Opsi Inggris Apa Saja yang Terbuka untuk WNI?
- Jadi, Mana yang Harus Kamu Kejar?
- FAQ Singkat
Hai teman-teman. Jadi minggu lalu aku video call sama temen lama — sebut saja dia Raka — yang lagi semangat-semangatnya nyiapin aplikasi S2 ke Inggris. Di tengah obrolan santai, dia tiba-tiba nanya, “eh, Commonwealth sama Chevening itu beasiswa yang sama kan? Dua-duanya kuliah di Inggris, gitu?”
Dan jujur ya, aku nggak bisa nyalahin dia bingung. Dua-duanya beasiswa penuh untuk S2 di Inggris, dua-duanya dibiayai pemerintah Inggris, dan dua-duanya namanya sering muncul berdampingan di artikel-artikel “daftar beasiswa luar negeri”. Bikin makin ribet: kementerian yang mengelola Chevening saja namanya ada kata “Commonwealth”-nya — Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO). Wajar kan kalau kepala jadi muter?
Tapi setelah aku beneran baca panduan resmi keduanya, aku nemu satu fakta yang bikin obrolan kami hening sesaat: salah satunya bahkan tidak bisa didaftar oleh WNI. Bukan karena IPK, bukan karena bahasa Inggris, tapi karena soal keanggotaan negara. Kalian kalau baru mulai riset beasiswa Inggris, biasanya mikir dua-duanya sama juga kan? Nah, di postingan ini aku coba bedah satu-satu biar kamu nggak nyasar seperti (hampir) semua orang pemula. Termasuk Raka, hehe.
Chevening Dulu: Beasiswa Inggris yang Terbuka untuk Kita
Mulai dari yang paling relevan buat pembaca Indonesia ya. Chevening adalah program beasiswa pemerintah Inggris yang dikelola FCDO dan terbuka untuk warga lebih dari 160 negara — dan untungnya Indonesia salah satunya. Bahkan Indonesia termasuk negara dengan peminat dan alumni yang banyak dan aktif.
Bentuknya begini: satu tahun S2 (taught master’s) di universitas Inggris, semua bidang studi, dan biayanya ditanggung hampir semuanya — dari SPP penuh, stipend biaya hidup bulanan, tiket pesawat pulang-pergi, sampai biaya visa. Bedanya sama beasiswa biasa: yang dicari bukan cuma nilai bagus, tapi calon pemimpin — orang yang kelak punya pengaruh di bidangnya. Karena itu ada filter paling khas yang bikin fresh graduate mustahil daftar: pengalaman kerja minimal 2.800 jam — kira-kira dua tahun — setelah lulus S1.
Commonwealth Scholarship: Bagus Banget, Tapi Ada Catatan Kecil (yang Penting Banget)
Nah, ini bagian yang sering bikin kecewa. Commonwealth Scholarship dikelola Commonwealth Scholarship Commission (CSC), juga didanai pemerintah Inggris, juga untuk S2 — bahkan juga S3 dan fellowship — di universitas Inggris, dan juga penuh. Stipend-nya jelas nominalnya: sekitar £1.712 per bulan di luar London, atau £2.000 per bulan kalau kuliah di area London (angka berlaku saat ini). Tapi syarat pertamanya sudah menutup pintu untuk kita: penerimanya harus warga negara (atau pengungsi) dari negara anggota Commonwealth yang eligible — dan Indonesia bukan anggota Commonwealth.
Ibaratnya kayak gym: kelasnya sama serunya, alatnya sama bagusnya, tapi kamu harus punya kartu member untuk masuk — dan Indonesia memang bukan member. Sementara negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, sampai Kenya dan Nigeria, semuanya “punya kartu”. Teman kerja Raka yang warganegara Malaysia? Dia bebas milih dua-duanya. Kita? Cuma satu jalur: Chevening.
“Tapi kok Indonesia nggak jadi anggota?” Singkatnya, Commonwealth itu asosiasi negara-negara yang secara historis terhubung dengan Kekaisaran Britania. Indonesia tidak pernah menjadi bagian dari kekaisaran itu, jadi tidak pernah masuk lingkarannya. Fakta sejarah yang konsekuensinya masih terasa sampai sekarang — minimal buat kita yang lagi hunting beasiswa. Hehee.
Perbandingan Berdampingan: Mana Bedanya, Mana Sama
Biar gampang, aku rangkum perbedaan keduanya di satu tabel. Coba deh dibaca pelan-pelan, banyak hal menarik di sini:
| Aspek | Chevening | Commonwealth Master’s |
|---|---|---|
| Penyelenggara | Pemerintah Inggris via FCDO | Commonwealth Scholarship Commission (CSC), didanai pemerintah Inggris |
| Terbuka untuk WNI | Ya — Indonesia negara eligible | Tidak — hanya warga negara Commonwealth yang eligible |
| Jenjang | S2 taught 1 tahun, semua bidang | S2 (juga ada program PhD dan fellowship) |
| Pengalaman kerja | Wajib minimal 2.800 jam (±2 tahun) setelah S1 | Tidak ada syarat pengalaman kerja |
| Syarat akademik | S1 yang memenuhi syarat masuk S2 Inggris | S1 minimal setara upper second-class (2:1) |
| Cara daftar | Langsung online di chevening.org | Umumnya lewat nominating agency di negara masing-masing |
| Kewajiban pulang | Kembali ke Indonesia minimal 2 tahun setelah beasiswa | Kembali ke negara asal setelah studi |
| Skala | Ribuan penerima per tahun dari 160+ negara | Sekitar 800 award per tahun dari 56 negara anggota |
Ada dua hal yang menurutku paling sering bikin orang kaget dari tabel ini. Pertama, Commonwealth itu tidak mensyaratkan pengalaman kerja — cocok untuk yang fresh dari bangku kuliah dengan IPK bagus. Kedua, Chevening justru tidak mematok IPK minimal — yang mereka ukur rekam jejak kerja dan potensi kepemimpinanmu. Dua program ini mencari profil orang yang berbeda, meski tujuannya sama-sama “cari orang hebat, sekolahkan di Inggris”.
Isi Kantongnya: Apa Saja yang Ditanggung?
Karena dua-duanya beasiswa penuh, isi “kantongnya” mirip-mirip. Tapi ada beda detail yang lumayan terasa kalau kamu tipe yang hitung-hitungan (aku iya, hehe):
| Pos Biaya | Chevening | Commonwealth Master’s |
|---|---|---|
| SPP / tuition fee | Penuh | Penuh, atas kesepakatan CSC dengan universitas |
| Stipend bulanan | Ada; nominal beda tergantung dalam/luar London, ditinjau tiap tahun | £1.712/bulan (luar London) atau £2.000/bulan (London), angka berlaku saat ini |
| Tiket pesawat | Pulang-pergi ekonomi dari dan ke negara asal | Tersedia sesuai ketentuan CSC |
| Tunjangan tiba & pulang | Ada (arrival allowance dan homeward departure allowance) | Tersedia sesuai ketentuan |
| Visa | Biaya satu aplikasi visa ditanggung | Sesuai ketentuan CSC |
| Tambahan lain | Top-up perjalanan; sampai £75 untuk tes TB | Study travel grant untuk perjalanan terkait studi di dalam Inggris |
Kalau mau kasih gambaran kasar: nilai total Chevening per tahun sering disebut di kisaran £30.000 sampai £50.000+ tergantung universitas dan kota — itu setara ratusan juta rupiah. Buat satu tahun hidup dan sekolah di Inggris tanpa nambah apa-apa. Ini bukan “bantuan biaya kuliah”, ini investasi penuh.
Timeline Chevening Gelombang 2027/2028
Biar konkret, ini timeline resmi gelombang Chevening yang sedang berjalan saat aku tulis postingan ini. Simpan tabel ini, siapa tahu kepake:
| Tahap | Waktu |
|---|---|
| Pendaftaran dibuka | 4 Agustus 2026, pukul 11.00 UTC |
| Pendaftaran ditutup | 6 Oktober 2026, pukul 11.00 UTC |
| Penilaian berkas (sifting & reading committee) | Oktober 2026 – Januari 2027 |
| Pengumuman shortlist wawancara | Pertengahan Februari 2027 |
| Wawancara | Maret – April 2027 |
| Pengumuman hasil dimulai | Pertengahan Juni 2027 |
| Batas kirim LoA tanpa syarat | 8 Juli 2027, pukul 17.00 BST |
| Mulai kuliah di Inggris | September atau Oktober 2027 |
Iya, kamu baca benar: kalau kamu baca ini awal Oktober, berarti tinggal hitungan hari sampai pendaftaran ditutup. Kalau berkasmu udah 80% siap — gas, serius. Tapi kalau belum, jangan dipaksah setengah-setengah; gelombang berikutnya biasanya dibuka lagi sekitar Agustus 2027, dan justru sekaranglah waktu terbaik mulai nyiapin dari nol. (Selalu cek chevening.org untuk tanggal terbaru, ya — tanggal resmi bisa disesuaikan.)
Kalau Commonwealth Tertutup, Opsi Inggris Apa Saja yang Terbuka untuk WNI?
Supaya postingan ini nggak berakhir sedih-sedihan, ini daftar jalur pendanaan kuliah di Inggris yang beneran terbuka buat warga Indonesia:
| Program | Untuk Siapa | Catatan |
|---|---|---|
| Chevening | Profesional dengan ±2 tahun pengalaman kerja | Penuh: SPP + stipend + tiket + visa; daftar langsung di chevening.org |
| GREAT Scholarships | Pendaftar S2 di kampus partner tertentu | Ada jalur khusus Indonesia; bantuan £10.000 untuk SPP — cek daftar kampus dan deadline tiap universitas |
| ASEAN-UK SAGE | Perempuan dari negara ASEAN, bidang STEM | Beasiswa penuh; gelombang berikutnya umumnya dibuka sekitar awal 2027 |
| Beasiswa dari universitas | Tergantung kampus (merit-based atau bidang tertentu) | Parsial sampai penuh — cek langsung halaman scholarships tiap kampus tujuan |
Pokoknya begini: selama WNI, Inggris tetap punya banyak pintu. Commonwealth memang bukan pintu kita, tapi Chevening, GREAT, SAGE, dan beasiswa kampus masih terbuka lebar — asal kamu tahu harus ke mana.
Jadi, Mana yang Harus Kamu Kejar?
Jawabannya simpel kalau kamu WNI: fokus ke Chevening dan opsi-opsi di tabel atas. Tapi kenapa aku tetap cerita panjang soal Commonwealth? Alasannya tiga. Satu, supaya kamu nggak buang waktu bikin akun dan nulis esai untuk program yang bakal menolak aplikasimu di menit pertama karena kewarganegaraan. Dua, supaya kamu bisa kasih info yang benar ke teman-temanmu dari Malaysia, Singapura, atau India yang memang bisa daftar — pahalanya info bener itu besar, lho. Tiga, karena banyak konten di luar sana menyebut keduanya berdampingan tanpa menjelaskan syarat kewarganegaraan, dan itu bikin pemula nyasar. Termasuk Raka. Sorry ya, Rak.
Dan sebenarnya ada pelajaran yang lebih besar di sini: dua beasiswa ini menunjukkan “selera” pemberi beasiswa Inggris secara umum. Commonwealth condong ke akademik dan pengembangan kapasitas (IPK tinggi, tanpa syarat kerja). Chevening condong ke kepemimpinan dan rekam jejak profesional. Kalau kamu paham ini, kamu jadi tahu cara “menjual diri” di esai: Commonwealth ingin bukti kemampuan akademikmu, Chevening ingin bukti kamu pernah memimpin dan mempengaruhi sesuatu yang nyata. Bukan klaim — bukti.
FAQ Singkat
1. Aku WNI tapi pernah tinggal bertahun-tahun di Malaysia — bisa daftar Commonwealth?
Sayangnya tidak. Yang dinilai kewarganegaraan, bukan lama tinggal. Selama kamu memegang paspor Indonesia (dan bukan kewarganegaraan atau status pengungsi dari negara Commonwealth yang eligible), pintunya tetap tertutup.
2. Kenapa nama penyelenggara Chevening ada kata “Commonwealth”-nya? Bikin bingung aja.
Karena FCDO adalah singkatan dari Foreign, Commonwealth & Development Office — kementerian luar negeri Inggris. Kata “Commonwealth” di situ merujuk ke urusan Inggris dengan negara-negara persemakmuran, bukan berarti beasiswanya khusus warga Commonwealth. Nah, ini biang bingungnya. Jadi kalau kamu sempat ketuker, kamu nggak sendirian, hehe.
3. Kalau deadline Chevening 6 Oktober sudah lewat, kapan kesempatan berikutnya?
Gelombang berikutnya biasanya dibuka sekitar Agustus 2027 untuk studi tahun 2028. Sambil nunggu: tambah jam kerja (kunci 2.800 jam itu), latihan IELTS, dan mulai draft empat esainya — leadership, networking, study plan, dan career plan.
4. S1-ku baru selesai tahun ini — bisa daftar Chevening tahun depan?
Umumnya belum. Syaratnya S1 harus sudah selesai minimal dua tahun sebelum batas pendaftaran, ditambah 2.800 jam pengalaman kerja setelah S1. Anggap ini waktu pinjaman: dua tahun kerja dulu, dan aplikasimu justru jadi jauh lebih kuat — apalagi kalau kerjamu ada hasil yang bisa dihitung.
Nah, itu tadi bedah panjang dua beasiswa yang kelihatannya kembar padahal beda nasib buat kita. Kalau kamu lagi mau nembak Chevening gelombang ini — semangat, tinggal beberapa hari! — atau pernah nyasar ke program yang ternyata bukan untuk WNI, kabari ya. Aku pengen dengar ceritamu. Dan kalau ada topik beasiswa lain yang mau dibedah, tulis juga di komentar — siapa tahu jadi bahan postingan berikutnya.
Lanjutkan membaca
Baca Juga
Info terbaru selalu di sumber resminya: situs resmi Commonwealth Scholarships.
