Cara Ikut IELTS di Indonesia: Biaya dan Persiapan 2026

Panduan lengkap seputar ikut ielts ini kami rangkum biar kamu nggak perlu bolak-balik buka sepuluh tab. Simak sampai habis, ya.

⏱ 8 menit baca📖 1,656 kata✅ Terverifikasi redaksi

Hai teman-teman. Jadi ceritanya minggu lalu aku dikirim screenshot sama temen lama: “eh, ini beneran ya IELTS harganya 3,5 juta? Sekali tes doang?!” Dan jujur ya, aku nggak bisa ngeledek dia, karena… iya, beneran segitu. hehee. Tapi setelah aku jelasin kenapa harganya segitu, ada jalur hemat apa aja, dan gimana cara daftarnya tanpa drama, dia malah balik bilang, “oh, ternyata masuk akal sih kalau gitu.”

Percakapan itu yang bikin aku kepikiran: banyak banget orang yang udah niat ambil IELTS, tapi macet di pertanyaan-pertanyaan basic — daftarnya di mana, jenisnya bedanya apa, dan paling sering: “koq bisa mahal beginian?” Makanya di postingan ini aku rangkum semuanya: jenis tes, biaya terbaru 2026, langkah daftar, dan rencana belajar yang realistis. Santai bacanya, tapi datanya beneran.

IELTS Itu Apa, dan Kenapa Beasiswa Suka Mintanya?

Singkatnya, IELTS itu tes kemampuan bahasa Inggris yang dinilai pakai skala 0 sampai 9, dan hasilnya berlaku dua tahun. Penyelenggaranya bukan cuma satu pihak — di Indonesia yang resmi antara lain IDP Education, British Council Indonesia Foundation, dan IALF sebagai pusat tes resmi.

Nah, kenapa hampir tiap beasiswa luar negeri minta IELTS? Karena kampus tujuan mereka mau yakin kamu bisa ikut kelas dalam bahasa Inggris. Biasanya beasiswa S2 minta overall 6.0-6.5 ke atas, tergantung kampus dan program. Kalau kamu masih bingung harus ambil IELTS atau TOEFL, aku pernah bedah bedanya di artikel IELTS vs TOEFL untuk beasiswa — singkatnya: cek dulu syarat beasiswa dan kampus targetmu, baru putusin.

Jenis Tes IELTS yang Ada di Indonesia

Ini yang sering bikin orang salah beli. IELTS itu ada beberapa “varian”, dan milih yang salah = uang 3 juta lebih menguap. Jadi baca tabel ini pelan-pelan ya.

Jenis Tes Buat Apa Keterangan
IELTS Academic Daftar S1/S2/S3 di universitas, dan mayoritas beasiswa Yang paling umum dipilih calon penerima beasiswa.
IELTS General Training Kerja, magang, atau imigrasi ke negara berbahasa Inggris Isinya lebih ke bahasa sehari-hari, bukan akademik.
IELTS for UKVI Khusus keperluan visa Inggris (UKVI = UK Visas and Immigration) Isinya sama dengan Academic/General, tapi diselenggarakan sesuai ketentuan UKVI. Harganya lebih mahal.
IELTS Life Skills Kebutuhan visa Inggris tertentu (A1/B1), misal visa keluarga Cuma tes Speaking dan Listening, singkat.

Untuk urusan beasiswa, IELTS Academic hampir selalu jawabannya — kecuali beasiswamu secara eksplisit minta versi UKVI (ini jarang, dan biasanya untuk keperluan visa tertentu). Kalau ragu, cek halaman syarat beasiswanya dulu sebelum bayar. Aduh, senyesal-senyesalnya itu ya kalau salah beli varian.

Berapa Biayanya di 2026?

Oke, bagian yang paling ditunggu (dan paling ditakuti, hehee). Biayanya memang bukan murah, tapi setidaknya sekarang kamu bisa bandingkan dulu sebelum milih tempat tes. Ini rangkuman biaya publikasi resmi masing-masing penyelenggara per awal Oktober 2026 — dan catat, biaya tes bisa berubah sewaktu-waktu:

Jenis Tes IDP Education British Council IALF
IELTS Academic / General (regular) Rp3.600.000 Rp3.490.000 Rp3.490.000
IELTS for UKVI Rp4.060.000 Rp3.951.500 — (cek pusat tes)
IELTS Life Skills (A1/B1) Rp3.021.000 Rp3.021.000 — (cek pusat tes)
One Skill Retake (ulang 1 skill) Rp2.100.000 (via IALF) — Rp2.100.000

Sumber: halaman resmi biaya tes IDP Education Indonesia, British Council Indonesia Foundation, dan IALF, diakses Oktober 2026. Biaya bisa berubah dan ada tambahan untuk lokasi di luar Jabodetabek dan Denpasar di sebagian pusat tes.

Ada beberapa cara biar nggak sekali bayar nyesek: IALF misalnya nawarin cicilan 0% selama 3 atau 6 bulan pakai kartu kredit BCA, BNI, atau Mandiri. British Council juga rutin kasih potongan harga dan materi persiapan gratis. Jadi sebelum daftar, cek dulu promo yang lagi jalan di situs masing-masing — bisa hemat ratusan ribu.

Oh iya, satu lagi yang jarang orang tahu: IELTS One Skill Retake. Kalau nilai overall-mu udah oke tapi satu skill (misal Writing) nyempil di bawah syarat, di sebagian pusat tes kamu bisa ngulang skill itu doang — nggak perlu bayar full tes lagi. Rp2,1 juta masih lebih murah daripada Rp3,5 juta, kan?

Paper-Based atau Computer-Based?

Dulu pilihannya gampang: nulis di kertas atau ngetik di komputer. Tapi kabar pentingnya: IDP mengumumkan bahwa mulai Juli 2026 seluruh tes IELTS dilaksanakan lewat komputer (IELTS Life Skills tetap paper-based). Jadi kemungkinan besar kamu bakal ketemu versi komputer. Untuk British Council dan IALF, opsi paper dan komputer masih tersedia per Oktober 2026 — tapi trennya memang semua ke arah komputer.

Sebenarnya isinya sama persis: soal, durasi, dan penilaiannya identik. Yang beda cuma pengalaman hari-H-nya:

Aspek IELTS on Computer IELTS on Paper
Hasil keluar Umumnya 1-2 hari (sebagian pusat menyebut 1-5 hari) Umumnya sekitar 2 minggu
Jadwal tes Lebih banyak tanggal tersedia Lebih terbatas per bulan
Writing Ngetik (bisa edit teks, ada hitung kata) Tulis tangan (wajib pensil HB untuk Listening dan Reading)
Listening & Reading Di layar Di booklet kertas
Speaking Tetap tatap muka sama penguji Tetap tatap muka sama penguji

Yang sering ditanya: “aku nggak bisa ngetik cepet, gimana?” Tenang, kamu nggak perlu jadi admin sekretaris, kok. Kecepatan ngetik untuk orang yang biasa pakai laptop udah lebih dari cukup. Tapi kalau kamu beneran nggak pernah ketik apa pun dalam hidupmu… ya latihan dulu seminggu dua minggu, hehee.

Isi Tesnya Kayak Apa?

Empat modul, satu hari (kecuali Speaking yang bisa dijadwalkan beda hari). Biar kebayang, ini formatnya:

Modul Durasi Isinya
Listening ±30 menit 4 rekaman audio: percakapan dan monolog, jawab 40 pertanyaan sambil dengar.
Reading 60 menit 3 teks panjang (versi Academic: artikel jurnal-ish), 40 pertanyaan.
Writing 60 menit Task 1 (deskripsi grafik/tabel versi Academic, atau surat versi General) dan Task 2 esai pendek.
Speaking 11-14 menit Wawancara langsung sama penguji: perkenalan, monolog 2 menit, diskusi.

Poin penting: di paper-based, Listening-Reading-Writing dikerjain berurutan di hari yang sama tanpa jeda antar-modul. Speaking di paper bisa dijadwalkan seminggu sebelum atau sesudah tanggal tes. Di computer-based, Speaking umumnya di hari yang sama. Segi mental, tes satu hari itu melelahkan banget — jadi latih stamina juga, bukan cuma soal.

Cara Daftarnya, Langkah demi Langkah

Daftarnya semua online, nggak perlu datang ke kantornya. Alurnya kira-kira begini:

  1. Buka situs resmi penyelenggara (IELTS by IDP, British Council, atau IALF) dan klik daftar tes.
  2. Pilih jenis tes (Academic/General/UKVI) — inget, ini yang tadi kita bahas, jangan salah pilih.
  3. Pilih kota dan lokasi pusat tes. Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar sampai Manado umumnya tersedia.
  4. Pilih tanggal dan slot. Komputer biasanya pilihan tanggalnya lebih banyak; jangan milih H-3 kalau belum siap, percayalah.
  5. Isi data diri dan upload scan paspor (berwarna, jelas — KTP nggak diterima buat IELTS).
  6. Bayar online pakai kartu debit/kredit atau metode yang disediakan. Konfirmasi dikirim via email.

Pilih tanggalnya itu seni sendiri. Aku saranin minimal kasih jarak 8 minggu dari hari ini kalau kamu mulai dari nol. Kenapa 8 minggu? Karena dari pengalaman teman-temanku yang berhasil, itu masa paling realistis buat naikin skor 0.5-1.0 poin tanpa menyiksa diri sendiri tiap malam.

Rencana Belajar 8 Minggu yang Realistis

Biar nggak cuma “aku mau belajar IELTS” terus ujung-ujungnya scroll TikTok dua jam (aku pernah, kok, hehee), ini breakdown yang bisa kamu ikutin:

Minggu Fokus Target
1-2 Kenali format tes, ikut tes diagnostik gratis (IELTS Ready Premium dari British Council itu gratis kalau daftar tes di sana) Tau skor awal dan skill terlemahmu.
3-4 Latih skill terlemah tiap hari 45-60 menit Writing Task 2 atau Listening yang biasanya paling nyusahin.
5-6 Full practice test tiap akhir pekan, simulasi pakai timer Biasain stamina 3 jam nonstop.
7 Rapid review: ulangin kosakata dan tipe soal yang masih sering nyasar Skor practice mulai stabil di target.
8 Light review, cek logistik ke lokasi tes, tidur cukup Datang segar, bukan begadang.

Untuk Writing dan Speaking, dua hal yang paling sering bikin orang mentok di 6.0, aku punya tips: latih cara menyusun argumen, bukan sekadar bahasanya. Ngejelasin pendapat secara runtut itu skill yang sama persis dengan yang kamu butuhin pas nulis esai beasiswa — jadi latihan ini nyambung banget sama persiapan beasiswa secara keseluruhan.

Dan inget, skor IELTS ini bukan garis akhir. Setelah lolos seleksi berkas, biasanya masih ada wawancara berbahasa Inggris — dan itu tipe latihan yang beda lagi. Aku pernah rangkum daftar pertanyaannya di artikel persiapan interview beasiswa, sekalian deh dibaca biar kebayang pentingnya speaking itu sampai mana.

Biaya “Nyembul” yang Sering Kelewat

Biaya tesnya jelas. Tapi ada beberapa ongkos kecil yang sering luput dihitung:

  • Ongkos ke kota tes. Kalau kotamu nggak punya pusat tes, plus penginapan. Ini yang bikin total biaya temanku naik hampir sejuta.
  • Retake. Semoga nggak perlu, tapi mentally siapin: banyak orang harus tes dua kali buat dapet skor target. Makanya tes diagnostik awal itu penting.
  • Materi belajar. Banyak yang gratis (yang dari penyelenggara, YouTube, dst), tapi sebagian orang lebih nyaman ikut kelas persiapan — harganya variatif banget, dari ratusan ribu sampai jutaan.

FAQ

1. Skor IELTS-ku bisa dipakai buat apa aja?
Daftar beasiswa (LPDP, Chevening, Australia Awards, dan kampus-kampus luar negeri), daftar kampus, sampai syarat kerja di beberapa perusahaan. Tapi inget masa berlakunya cuma dua tahun — jadi jangan tesnya keburu duluan banget kalau rencana daftarnya masih lama.

2. Bisa tes IELTS online dari rumah?
Untuk saat ini di Indonesia, IELTS Online dari British Council dihentikan sementara sejak Mei 2025, dan IDP juga arahkan tes ke pusat fisik. Jadi ya, persiapan diri untuk datang ke lokasi tes.

3. Kalau skor aku kurang 0.5 doang, harus ulang semuanya?
Kalau pusat tesmu mendukung One Skill Retake, cukup ulang skill yang lemah itu saja (biayanya sekitar Rp2,1 juta via IALF). Kalau nggak, ya… tes ulang penuh, semoga skor skill lainnya naik juga.

4. Kapan idealnya aku tes?
Kira-kira 4-6 bulan sebelum deadline beasiswa yang kamu tuju. Jadi kalau beasiswamu buka pendaftaran Januari, sekitar Agustus-Oktober itu sweet spot-nya: masih ada waktu retake kalau hasilnya kurang, tapi skor belum kedaluwarsa.

Baca Juga

Nah, itu dia rangkuman lengkap ikut IELTS di Indonesia tahun 2026: jenis tesnya, biayanya per penyelenggara, dan rencana belajar 8 minggu. Kalau kalian baru saja tes dan punya cerita (baik yang menang atau yang “hampir”), kabari ya di kolom komentar — pengalaman nyata selalu lebih berguna daripada seribu teori.

Info terbaru selalu di sumber resminya: IELTS by IDP Indonesia.




Similar Posts