Beasiswa ITS: Jenis, Syarat, dan Cara Daftarnya

Halo, teman-teman. Jadi kemarin sore aku nemu chat lama dari adik kelas. Isinya cuma satu kalimat, tapi berat: “Kak, aku lolos ITS kok, tapi bapakku nyuruh nunda karena duit.” Aku baca itu lama banget sebelum balas.

Dan jujur, itu gak sekali dua kali aku denger. Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu salah satu kampus impian anak-anak SMA sains se-Indonesia — tapi tiap kali obrolan soal ITS muncul, yang kebayang malah angka UKT dan biaya hidup di Surabaya. Padahal kalau kita bongkar benar-benar, beasiswa ITS itu jumlahnya banyak banget. Ada yang untuk calon mahasiswa, ada yang untuk mahasiswa yang udah jalan setahun dua tahun, bahkan ada yang khusus buat yang bener-bener gak mampu tapi otaknya numpuk prestasi.

Nah, di artikel ini aku mau ngajak kamu bedah satu-satu. Santai aja dulu dulu — siapkan kopi, karena ini panjang. Hehee.

Gara-gara Satu Tabel di Website Kampus

Cerita dulu sedikit biar konteksnya kebayang. Waktu itu aku bantu adik kelas itu nyari info, dan hal pertama yang bikin dia malas adalah tampilan halaman beasiswa kampus yang membingungkan — satu sumber nyebut program A, sumber lain nyebut program B. Kayak masuk pasar tapi gak ada papan nama toko, gitu.

Setelah ditelusuri pelan-pelan, ternyata logika beasiswa di ITS itu gak rumit. Intinya sih cuma satu kalimat: kampus pengin anak pintar itu gak berhenti di masalah biaya. Udah. Semua program yang bertebaran — dari Jalur Beasiswa SMITS FLAT sampai Dana Abadi — cuma turunan dari kalimat itu. Kalau kamu pegang kalimat ini, semua tabel di bawah bakal gampang dicerna.

Peta Besar: Beasiswa ITS Itu Sebenarnya Ada Berapa?

Oke, sebelum masuk detail, aku rangkum dulu peta besarnya biar kamu gak tersesat di tengah jalan. Beasiswa di lingkungan ITS secara umum bisa dikelompokkan jadi empat jalur besar:

Jalur Untuk Siapa Contoh Program Sumber Dana
Jalur Beasiswa waktu masuk (SNBP/SNBT/Mandiri) Calon mahasiswa baru SMITS FLAT Mandiri Beasiswa ITS + mitra + Dana Abadi
Beasiswa dari pemerintah Calon & mahasiswa aktif KIP Kuliah Kemendikbudristek
Beasiswa mitra dan alumni Mahasiswa aktif semester tengah Beasiswa Ikatan Alumni (IKA), beasiswa korporasi Alumni & perusahaan
Dana Abadi ITS Mahasiswa berprestasi & kurang mampu Beasiswa Dana Abadi Endowment kampus

Sederhana kan? Empat jalur, satu tujuan. Masalahnya, kebanyakan orang cuma kenal satu (biasanya KIP Kuliah) lalu nyerah kalau gak lolos jalur itu. Padahal kayak naik angkot: kalau satu armada penuh, masih ada tiga armada lain di terminal yang sama.

Yang Paling Sering Ditanya: Jalur Beasiswa Pas Masuk

Mari mulai dari yang paling ramai. Setiap tahun ITS menyediakan jalur khusus bernama SMITS FLAT (Seleksi Mandiri ITS Future Leader and Academic Talent), dan di dalamnya ada skema yang namanya persis apa adanya: Mandiri Beasiswa.

Skema ini ditujukan buat lulusan SMA/SMK/MA yang punya prestasi akademik atau non-akademik bagus tapi berasal dari latar belakang ekonomi terbatas. Yang menarik, biaya pendidikan penerimanya cuma terdiri dari satu komponen: UKT (Uang Kuliah Tunggal). Iuran Pengembangan Institusi atau IPI — komponen kedua yang biasanya bikin total biaya bengkak di jalur mandiri biasa — dihapuskan, karena ditanggung dukungan beasiswa dari ITS, Dana Abadi, dan pembiayaan lembaga atau perusahaan mitra.

Terus UKT-nya berapa? Nah, ini bagian yang sering disalahpahami. UKT di ITS itu gak satu harga untuk semua. Ada kelompok-kelompok kategori sesuai prodi, dan penentuan kelompoknya dilakukan saat daftar ulang lewat pengisian indeks kemampuan ekonomi orang tua. Jadi dua anak di prodi yang sama bisa bayar beda, karena kondisi ekonominya beda. Gaya perhitungannya mirip sistem bergulir: yang lebih mampu menopang sedikit lebih banyak, yang gak mampu ditopang.

Hal Jalur Mandiri Beasiswa Jalur Mandiri Prestasi
Target Berprestasi, ekonomi terbatas Berprestasi umum
UKT Ya, sesuai kelompok ekonomi Ya, sesuai kelompok
IPI (Iuran Pengembangan Institusi) Dibebaskan Dikenakan
Pendukung dana ITS, Dana Abadi, mitra —

Kalau kamu masih di SMA dan niatnya masuk ITS, catat baik-baik skema ini. Satu lagi yang sering kelewat: pengumuman dan jadwal tiap gelombang bisa berubah setiap tahun, jadi pantau terus kanal resmi penerimaan di situs resmi ITS (its.ac.id). Jangan mengandalkan tangkapan layar temanmu dari tahun lalu — itu resep gagal administrasi.

KIP Kuliah: Kartu Paling Sakti (Kalau Kamu Memang Qualify)

Selanjutnya yang ini. Kartu Indonesia Pintar — Kuliah itu program pemerintah, bukan program internal ITS, tapi penerimanya di ITS lumayan banyak setiap tahunnya dan mekanismenya nyambung langsung ke pendaftaran mahasiswa baru.

Cara kerjanya begini: kamu daftar KIP Kuliah dulu di sistemnya pemerintah, lalu kamu tetap harus lolos jalur seleksi masuk ITS (SNBP, SNBT, atau mandiri — jalurnya bebas). Kalau keduanya kena, biaya kuliah kamu ditanggung pemerintah, dan di banyak kasus ada dukungan biaya hidup bulanan juga. Untuk detail lengkap mekanismenya, aku pernah bahas tuntas di panduan beasiswa KIP Kuliah — silakan mampir, soalnya beda pembahasan dengan artikel ini.

Satu hal yang perlu kamu sadari: KIP Kuliah itu soal keterbatasan ekonomi yang terverifikasi data pemerintah. Jadi kalau kamu berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu, ini jalur paling kuat. Tapi kalau ekonomimu lumayan dan kamu lebih menonjol di prestasi, jangan paksakan diri ke sini — dua jalur lain di atas dan bawah lebih cocok untukmu.

Dana Abadi dan Beasiswa Mitra: Yang Sering Baru Ketahuan Setelah Semester Dua

Nah, ini favoritku. Kebanyakan artikel cuma bahas beasiswa buat calon mahasiswa, padahal yang paling banyak peluangnya justru yang ini: beasiswa untuk mahasiswa yang sudah kuliah di ITS.

ITS punya endowment bernama Dana Abadi ITS yang hasil pengelolaannya dialirkan jadi beasiswa rutin. Selain itu ada beasiswa dari Ikatan Alumni (IKA) ITS, dan beasiswa-beasiswa dari perusahaan mitra yang tiap tahun buka pendaftaran di lingkungan kampus. Jalur-jalur ini umumnya diumumkan lewat kanal resmi direktorat kemahasiswaan atau fakultas masing-masing, dan sifatnya musiman — datang, dibuka beberapa minggu, ditutup.

Karena sifat musiman itulah banyak mahasiswa kelewat. Mereka baru sadar waktu lihat temannya dapat transferan beasiswa, padahal pengumuman sempat lewat di grup angkatan. Jadi kalau kamu sudah jadi mahasiswa ITS: follow akun resmi kampus, aktif di grup, dan rajin cek website beasiswa ITS. Kedengarannya remeh, tapi memang begitu cara kerjanya.

Program Rata-rata Untuk Yang Biasanya Dinilai
Beasiswa Dana Abadi ITS Mahasiswa aktif berprestasi / kurang mampu IPK, keterbatasan ekonomi, prestasi
Beasiswa Ika ITS Mahasiswa aktif Prestasi akademik & non-akademik
Beasiswa mitra korporasi Tergantung program (sering per fakultas) IPK, bidang studi, kadang ada ikatan
KIP Kuliah Calon & mahasiswa baru Verifikasi data ekonomi pemerintah

Bedah Biaya: Ngelamar ke ITS Itu Ada Biayanya Juga

Ini yang jarang dibahas orang: nyari beasiswa aja ada biayanya. Biar adil, aku kasih gambaran komponen yang biasanya muncul. Angka pastinya bisa berubah tiap tahun dan tiap program, jadi anggap tabel ini peta, bukan harga tiket.

Komponen Kapan Muncul Catatan Buat Kamu
Biaya pendaftaran seleksi Saat daftar jalur masuk Beda tiap jalur; siapkan lebih awal
UKT per semester Setiap semester Kelompok ditentukan indeks ekonomi ortu
IPI (iuran pengembangan) Jalur mandiri non-beasiswa Dihapus di Mandiri Beasiswa
Biaya hidup di Surabaya Bulanan Kos + makan + transport

Buat biaya hidup, Surabaya itu relatif lebih murah dibanding Jakarta, tapi tetap perlu planning. Aku pernah nulis perbandingan gaya hidup mahasiswa di berbagai kota di artikel biaya hidup mahasiswa di Korea Selatan dan beberapa negara lain — kalau kamu tipe yang suka proyeksi jauh ke depan, itu bacaan yang cocok. Dan kalau kamu sedang mikir ITS vs kampus lain dalam negeri, tulisanku soal beasiswa ITB bisa jadi pembanding yang menarik, karena polanya mirip: jalur prestasi, UKT berkelompok, dan beasiswa tengah jalan.

Cara Maksimalkan Peluang (Berdasarkan Kesalahan yang Pernah Kulihat)

Terakhir, soal strategi. Beasiswa itu 30 persen syarat, 70 persen kedisiplinan informasi. Dari yang pernah aku lihat di sekitarku, yang berhasil biasanya melakukan hal-hal sederhana tapi konsisten:

  • Kumpulkan dokumen dasar sejak SMA dini. Rapor, sertifikat lomba, surat keterangan tidak mampu kalau ada — fotokopi dan scan semuanya. Waktu pengumuman beasiswa dibuka, kamu tinggal merakit, bukan mangkat cari-cari.
  • Jangan nunggu “siap”. Rasa siap itu mitos. Yang ada cuma deadline. Daftar, susun berkas, dan biarkan proses seleksi yang menilai.
  • Pantau kanal resmi ITS, bukan hanya grup obrolan. Informasi di grup itu second-hand dan sering sudah basi.
  • Simpan cadangan semua bukti. Screenshot konfirmasi pendaftaran, bukti bayar, PDF pengumuman. Kalau ada masalah administrasi, ini penyelamatmu.

Baca Juga

FAQ

Beasiswa ITS itu untuk calon mahasiswa saja?

Tidak. Ada dua kelompok besar: beasiswa yang melekat di jalur penerimaan (seperti SMITS FLAT Mandiri Beasiswa dan KIP Kuliah) untuk calon mahasiswa, dan beasiswa tengah jalan seperti Dana Abadi dan beasiswa mitra untuk mahasiswa yang sudah aktif kuliah.

IPK minimal berapa buat dapat beasiswa di ITS?

Tidak ada satu angka resmi yang berlaku untuk semua program, karena tiap beasiswa punya kriteria berbeda. Umumnya IPK sekitar 3,00 ke atas sudah lolos ambang banyak beasiswa mitra, tapi angka pastinya selalu cek panduan resmi program yang sedang dibuka.

Kalau sudah bayar UKT lalu dapat beasiswa, uangnya hangus?

Tergantung ketentuan program. Beberapa beasiswa berlaku mulai semester berikutnya, sebagian lain punya mekanisme pengalihan. Jangan asumsi — tanya ke unit pengelola beasiswa di kampus sebelum mengambil keputusan apa pun.

TOEFL dibutuhkan untuk beasiswa S2 di ITS?

Untuk program pascasarjana, syarat bahasa Inggris umumnya mengikuti ketentuan masing-masing program studi, dan beberapa program menyediakan upgrading kemampuan bahasa Inggris setelah diterima. Detailnya selalu cek halaman resmi program yang kamu tuju.

…

Gimana, masih mikir ITS itu cuma buat yang berduit? Hehee. Semoga tulisan panjang ini sedikit banyak bikin jalurmu lebih jelas. Kalau kamu punya pengalaman daftar beasiswa ITS — sukses maupun gagal — ceritain dong di kolom komentar. Siapa tahu ceritamu itu yang dibutuhkan pembaca lain buat ambil keputusan.

Similar Posts