Saluran air kuno di Montpellier Prancis

Biaya Hidup Mahasiswa di Kota Kecil Prancis Selatan: Montpellier dan Toulouse

Kenapa Montpellier dan Toulouse? Karena Prancis itu nggak cuma Paris

Hai teman-teman. Jadi ceritanya begini: kemarin aku sempat ngerasa kesel banget tiap ada yang nanya “pengen kuliah di Prancis, ya pasti Paris dong?” Nggak dong. Justru anak-anak yang beneran tinggal di Prancis bakal kasih tau kamu: Paris itu indah buat liburan seminggu, tapi buat kuliah S2 atau S3 sambil ngatur budget bulanan? Siap-siap dompetmu nangis. Sewa kamar di Paris bisa dua kali lipat kota lain, dan itu belum ngitung harga kopi sekali beli.

Nah, di artikel ini aku mau ajak kamu melirik dua kota yang menurutku (dan menurut banyak mahasiswa Prancis sendiri) masuk kategori paling masuk akal untuk hidup sebagai mahasiswa: Montpellier dan Toulouse. Dua-duanya ada di selatan Prancis, dua-duanya kota pelajar raksasa, dan dua-duanya punya karakter yang… jujur aja, beda banget. Kayak pilih antara dua sahabat: yang satu santai pesisir Mediterranean, yang satu metropolitan tapi tetap hangat.

Artikel ini bagian dari seri biaya hidup mahasiswa Indonesia di berbagai kota yang udah aku bahas sebelumnya — mulai dari Jerman sampai Korea Selatan. Kali ini kita turun ke selatan Prancis, dan aku janji angkanya realistis, bukan angan-angan.

Kenalan Dulu Sama Dua Kota Ini

Sebelum ngomongin uang, kenalan dulu sama dua kota ini biar kamu nggak salah pilih. Nggak sedikit anak Indonesia yang apply beasiswa ke Prancis cuma karena nama kampusnya keren, sampai di tempatnya bengong, “terus aku hidup di mana?”

Montpellier itu kota sekitar 300 ribu jiwa, tapi hampir 80 ribu di antaranya mahasiswa. Bayangin: hampir seperempat penduduk kota ini hidupnya masih di dunia kuliahan. Kota ini punya fakultas kedokteran tertua di Eropa Barat yang masih beroperasi — berdiri sejak tahun 1220, jadi lebih tua dari Majapahit, hehe. Cuacanya klasik Mediterranean: sekitar 300 hari cerah setahun, musim panas panas banget, dan pantai ada 12 kilometer dari pusat kota. Naik trem plus sepeda, 30-40 menit kamu udah di pasir Palavas-les-Flots sambil bawa buku bacaan.

Toulouse lebih besar: sekitar 500 ribu jiwa di kota, hampir sejuta kalau dihitung aglomerasinya. Panggilannya “La Ville Rose” — Kota Merah Muda — karena banyak bangunan bata terracotta yang kalau sore semua gedungnya kemerahan menyala. Toulouse itu markas besar industri dirgantara Eropa: Airbus dirakit di sini. Jadi kalau kamu anak teknik penerbangan, teknik material, atau data science, kota ini bakal terasa seperti taman bermain.

Buat gambaran cepet, aku rangkum dulu profil dua-duanya:

Aspek Montpellier Toulouse
Ukuran kota ±300 ribu jiwa, kota sedang ±500 ribu jiwa, kota besar
Jumlah mahasiswa ±75-80 ribu ±120 ribu (terbesar ke-4 di Prancis)
Karakter Kota pelajar Mediterranean, santai, dekat pantai Metropolitan dirgantara & teknologi
Iklim 300 hari cerah, panas & kering, badai panas Juni-Agustus Hangat, lebih lembap, dingin lebih terasa di musim dingin
Bidang studi unggulan Kedokteran, farmasi, biotek, pertanian/agronomi, ekologi Dirgantara, teknik, data science, ekonomi
Jarak ke pantai 12 km (trem langsung) ±2 jam ke Mediterania atau Atlantik
Vibe buat mahasiswa Separuh kota seusiamu, kompak, mudah membaur Lebih “kerja-kerjaan”, peluang part-time lebih luas

Udah kebayang kan bedanya? Montpellier itu kayak kota pelajar gede yang dikemas rapi di dalam kota sedang, Toulouse itu kota besar beneran dengan seluruh konsekuensinya — lebih banyak peluang, tapi juga lebih banyak godaan belanja. Sekarang kita bahas bagian yang paling ditunggu: uang.

Budget Bulanan: Angka yang Jujur Saja

Oke, ini inti artikelnya. Aku susun berdasarkan data biaya hidup mahasiswa 2026 di kota-kota Prancis, dibumbui pengalaman anak-anak yang beneran nempel di sana. Perlu aku ingetin: semua angka ini dalam euro per bulan, dan asumsinya kamu hidup cukup hemat tapi nggak menderita — alias masih bisa minum kopi, sesekali nongkrong, dan makan buah.

Pos Pengeluaran Montpellier Toulouse Catatan
Kamar (colocation/kamar di apartemen bersama) €400-600 €420-600 Bergantung lokasi & kondisi
Makanan & belanja bulanan €190-250 €180-240 Belanja di pasar jauh lebih murah
Transportasi (tiket pelajar) €15-25 €25-28 Trem & bus, abonemen khusus muda
HP & internet €15 €15 Paket unlimited murah banyak di sana
Asuransi & kesehatan tambahan €15-20 €15-20 Selain securité sociale yang wajib
Listrik/air (kalau tidak masuk sewa) €30-60 €30-60 Naik pas musim dingin
Hiburan & sosial €80-150 €80-150 Tergantung gaya hidupmu
Total realistis €700-900 €750-950 Kisaran realistis

Nah, itu angka untuk mahasiswa umum. Nah, kalau kamu penerima beasiswa penuh seperti Eiffel, Erasmus Mundus, atau beasiswa kampus, cerita jadi lebih lega: uang saku program S2 di Prancis umumnya berkisar €700-1.200 per bulan, dan di kota seukuran Montpellier atau Toulouse itu benar-benar cukup — bahkan bisa nyicil nabung dikit kalau kamu tahu rahasianya (scroll ke bawah, nanti aku kasih tau).

Terus ada satu hal penting yang harus kamu tahu soal bantuan perumahan APL (Aide Personnalisée au Logement). Dulu, hampir semua mahasiswa asing di Prancis bisa dapat subsidi sewa dari pemerintah sebesar €150-290 per bulan lewat badan CAF. Tapi sejak reformasi tahun 2026, aturannya berubah: mahasiswa non-EU yang bukan penerima beasiswa tidak lagi bisa mengajukan APL. Yang tetap berhak: mahasiswa Uni Eropa, dan mahasiswa non-EU pemegang beasiswa yang diakui Prancis (Eiffel, beasiswa CROUS, atau beasiswa pemerintah asing seperti LPDP yang diakui). Jadi kalau kamu swadana, anggaplah budget sewa harus ditanggung penuh. Kalau kamu pemegang beasiswa resmi… selamat, kamu masih bisa apply APL dan itu bikin hidup jadi jauh lebih lega.

Sewa Kamar: Bagian yang Paling Makan Uang

Di semua kota Prancis, sewa itu monster terbesar dalam budget — biasanya 40-50% dari total pengeluaran. Jadi bijak ngatur tempat tinggal = bijak ngatur hidup. Berikut peta harga per tipe hunian di dua kota ini:

Tipe Hunian Montpellier Toulouse
Kamar CROUS (asrama mahasiswa negeri) €195-450 €200-460
Kamar dalam coloc (sewa bersama) €350-500 €350-520
Studio kecil (18-25 m²) €500-650 €500-680
Studio pusat kota / historis €580-720 €600-750
Studio pinggiran (dekat akhir jalur trem) €400-500 €420-530

Pemenang kategori harga jelas kamar CROUS — asrama yang dikelola pemerintah kampus Prancis. Harga kamar CROUS berkisar nasional €145-620 tergantung tipe (kamar mandi dalam/luar, dll). Masalahnya cuma satu: antrean. Anak-anak penerima beasiswa CROUS (anak Prancis berdasarkan penghasilan orang tua) dapet prioritas, dan kamu sebagai mahasiswa asing biasanya masuk sisa kursi. Kamarannya nggak manyun, tapi kamu hemat ratusan euro per bulan. Tips: apply sejak Mei-Juni lewat platform DSE (Dossier Social Étudiant), jangan nunggu Agustus karena stok lenyap.

Kalau CROUS gagal, colocation (sewa bersama) adalah pilihan paling masuk akal kedua. Di Montpellier, coloc itu bukan cuma strategi hemat — itu budaya. Kota ini emang ngarang banget sama budaya sewa bersama, dan kamu gampang banget cari kamar di grup Facebook atau situs seperti leboncoin, Studapart, atau lokaviz (yang terakhir ini khusus mahasiswa). Di Toulouse juga banyak, apalagi di kawasan dekat universitas Toulouse III (Rangueil) atau pusat kota.

Satu peringatan jujur: hati-hati sama residensi étudiante swasta yang baru dan mengkilap. Iklannya keren, harganya “cuma” €450, tapi biaya charges (administrasi, keamanan, dll) bisa bikin totalnya menembus €600-an. Baca baik-baik apa yang masuk “loyer charges comprises” (sewa termasuk biaya) sebelum tanda tangan. Dan kalau kamu rentre ke Montpellier, cek juga orientasi jendela & ventilasi: studio lantai atas tanpa volet (kerai kayu khas Prancis) bisa jadi oven di musim panas, dan gelombang panas di selatan Prancis itu nyata — suhu 35-38°C berhari-hari itu biasa.

Makan: Antara Kantin €1 dan Pasar Mingguan

Sekarang bagian yang bikin orang betah di Prancis: makan. Kabar baiknya, kota mahasiswa Prancis punya senjata rahasia bernama resto U (RU) — kantin universitas. Harga makan lengkap (menu utama, lauk, sayur, dessert) untuk mahasiswa umum sekitar €3,30, dan buat penerima beasiswa CROUS cuma €1. Beneran satu euro. Bahkan ada isu lama tentang mahasiswa yang iseng ambil ketchup dan mayonaise dari kantin buat stok rumah — kebiasaan buruk, jangan ditiru, tapi kamu paham kan gimana murahnya hidup di sana.

Kalau masak sendiri, dua-duanya punya pasar yang juara. Di Montpellier ada Marché des Arceaux (pasar di bawah saluran air kuno — estetik banget sambil belanja) dan Halles Laissac. Belanja sayur, buah, keju, dan telur di pasar lebih murah daripada supermarket, apalagi kalau datang sore pas pedagang mau pulang dan semua diskon. Di Toulouse ada Victor Hugo — pasar besar bergaya Art Deco di pusat kota, plus pasar mingguan di beberapa distrik.

Yang perlu kamu tahu soal makanan: daging itu relatif mahal di Prancis. Seorang mahasiswa Montpellier pernah diberitakan hidup dengan €700 per bulan dan salah satu caranya adalah “berpisah dengan daging” — bukan karena vegetarian by principle, tapi karena harga. Alternatif protein hemat yang lazim dipakai anak kuliah sana: lentil (lentilles), kacang-kacangan, telur, tuna kaleng, dan tofu yang belakangan makin murah. Tenang, buat kamu muslim, halal food lumayan tersedia di dua-duanya — Montpellier punya beberapa toko halal dan resto kebab yang jadi penyelamat, dan Toulouse sama, bahkan lebih banyak.

Transportasi: Salah Satu Alasan Kota Ini Juara

Ini alasan kenapa aku bilang dua kota ini masuk akal banget buat mahasiswa. Di Montpellier, transportasi umum gratis atau hampir gratis. Sejak akhir 2023, sistem trem & bus TaM gratis buat penduduk di bawah 26 tahun — kamu cuma perlu buat kartu. Buat yang di atasnya, abonemen pelajar sekitar €20 per bulan, dan penerima beasiswa tingkat 5-7 malah gratis. Ada 5 jalur trem yang nyambungin kampus, pusat kota, dan bahkan arah pantai. Plus ada Vélomagg, sepeda umum, cuma €25 setahun. Mahasiswa tanpa mobil paling otonom di Prancis itu di Montpellier, dan itu bukan basa-basi.

Di Toulouse, metro + trem + bus dengan abonemen muda sekitar €25-28 per bulan. Kota ini punya dua jalur metro otomatis (mirip dengan yang di Kopenhagen atau Singapura — tanpa sopir) dan satu jalur trem. Kampus université Toulouse III di Rangueil nyambung metro B, jadi kamu bisa tinggal agak jauh dari kampus tanpa peduli kemacetan.

Satu bonus yang jarang dibahas: dua-duanya kota ramah sepeda datar — beda sama Lyon atau Grenoble yang tanjakannya bikin betis keringat. Kalau kamu tipe yang suka bersepeda, kamu bisa memangkas budget transportasi ke hampir nol.

Perbandingan Cepet Sama Kota Prancis Lain

Biar adil, aku kasih konteks. Kota-kota mahasiswa lain di Prancis itu gimana? Ini penting kalau kamu sedang mempertimbangkan beberapa kampus sekaligus:

Kota Estimasi budget bulanan (tanpa bantuan) Rata-rata APL bagi yang berhak
Paris €1.150-1.350 €290
Lyon €780-980 €200
Bordeaux €755-945 €180
Montpellier €706-886 €175
Toulouse €733-913 €185
Lille €680-850 €165
Rennes €660-810 €155

Keliatan kan polanya? Montpellier dan Toulouse itu setara kota besar lain di Prancis, tapi dengan kualitas hidup yang jomplang lebih enak — cuaca cerah, kota pelajar, harga sewa lebih lunak. Paris itu kategori sendiri: dua kali lipat. Kalau kamu dapat beasiswa penuh, perbedaan €300-400 per bulan antara Paris dan Toulouse itu artinya… €3.600-4.800 setahun lebih. Itu dana liburan ke Spanyol, dana beli laptop baru, atau tabungan pulang ke Indonesia sekali setahun. Serius, pilih kota itu keputusan finansial, bukan cuma estetika.

Peluang Kerja Part-Time: Toulouse Sedikit Di Atas

Kamu boleh kerja part-time sebagai mahasiswa asing di Prancis — aturannya berbasis jam, maksimal 96 jam per bulan, yang kira-kira setara dengan sekitar 60% dari pekerjaan penuh waktu. Upah minimum Prancis (SMIC) sangat tinggi dibanding Indonesia: sekitar €11,88 per jam bruto di 2026, bersih sekitar €9,30. Jadi kerja 10 jam seminggu di kafe atau perpustakaan kampus saja bisa tambah penghasilan €370-400 per bulan. Itu bukan angka kecil.

Di Toulouse, peluang lebih banyak karena ekonominya kuat: Airbus dan rantai pasoknya (ratusan perusahaan subkontraktor), startup teknologi, plus sektor jasa kota besar. Anak informatika dan teknik kadang dapat magang bayaran (stage) yang bahkan lebih besar dari beasiswa. Di Montpellier, pekerjaan musiman paling banyak di sektor restoran-pantai antara April sampai September, plus tugas-tugas klasik: café, distribusi, babysitting, tutor bahasa Inggris. Ada juga pekerjaan di kampus (bibliothèque, accueil) yang khusus dibuka buat mahasiswa.

Satu catatan bahasa: hampir semua part-time di Prancis butuh bahasa Prancis minimal percakapan. Kalau kamu belum bisa, dua jalur realistis: (1) ikut kelas bahasa Prancis gratis/ murah di kampus semester pertama, atau (2) cari kerja yang emang bahasa Inggris-based seperti tutor bahasa, asisten riset di lab internasional, atau sektor digital. Kalau kamu mau level up bahasa Prancisnya, ada tes resmi seperti TCF atau DELF — bisa bantu banget buat CV.

Konversi ke Rupiah Biar Kejurit Bayangangnya

Oke, angka euro itu kadang susah dibayangin. Mari terjemahkan (kurs asumsi konservatif Rp17.500 per euro — cek kurs terkini sebelum menghitung serius, ya):

Skenario Per bulan (euro) Per bulan (rupiah) Per tahun (rupiah)
Hemat banget (kamar CROUS, masak, tanpa hiburan) €650 ±Rp11,4 juta ±Rp137 juta
Realistis (coloc, makan campuran, sosial wajar) €800 ±Rp14 juta ±Rp168 juta
Nyaman (studio kecil, sesekali makan luar) €1.000 ±Rp17,5 juta ±Rp210 juta

Angka tahunan itu terdengar menakutkan kalau swadana — dan jujur saja, swadana S2 di Prancis tanpa beasiswa itu berat. Tapi balik lagi: kamu nggak harus swadana. Prancis itu salah satu negara yang paling royal membuka pintu beasiswanya. Kalau kamu dapat Eiffel (€1.181/bulan di 2026 untuk S2) atau beasiswa kampus, angka di tabel atas itu kepotong rata-rata 70-100%. Ditambah APL bagi pemegang beasiswa, hidupmu bisa lebih dari cukup. Justru itu kenapa memilih kota murah kayak Montpellier/Toulouse bikin uang beasiswamu terasa dobel dibanding kalau di Paris.

Baca Juga

Tips Jitu Nyicil Biaya di Selatan Prancis

Terakhir, tips-tips kecil yang efeknya besar kalau kamu beneran jadi mendarat di salah satu kota ini:

  • Libur musim panas jauhi studio lantai atas tanpa AC — gelombang panas di selatan itu serius, dan beli AC portable itu mahal. Cek apakah ada volet atau store sebelum kontrak.
  • Belanja di pasar sore hari — harga turun drastis karena pedagang tidak mau bawa balik stok. Trik yang sama berlaku di dua-duanya.
  • Makan di RU kampus — €3,30 per makan lengkap. Kalau makan siang di RU setiap hari kerja, budget makanmu bisa jatuh ke bawah €150 per bulan.
  • Kartu Advantage CROUS — banyak diskon budaya (bioskop, museum, konser) untuk pemegang kartu mahasiswa. Di Prancis, banyak museum negeri memang gratis buat penduduk Eropa muda, tapi diskon pelajar berlaku untuk semua.
  • Colocation bukan cuma hemat, tapi juga jalan sosialisasi tercepat — kamu dapat teman lokal minggu pertama, dan teman lokal = informasi tentang semua trik hemat yang tidak pernah ada di internet.
  • Nabung dana darurat minimal €500 sebelum berangkat — buat deposit sewa (biasanya setara 1 bulan, kadang diminta jaminan penghasilan 3x sewa) dan kebutuhan tak terduga. Prancis itu negara aman, tapi hidup di negara tanpa keluarga tanpa dana darurat itu roulette.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Masuk

Berapa total biaya hidup per bulan di Montpellier dan Toulouse?

Secara realistis, antara €700-950 per bulan sudah termasuk sewa kamar bersama, makan, transportasi, dan hiburan wajar. Montpellier sedikit lebih murah untuk transportasi (gratis di bawah 26 tahun), Toulouse sedikit lebih banyak peluang kerja part-time. Kalau kamu dapat kamar CROUS dan hidup sangat hemat, €600-650 masih mungkin.

Apakah mahasiswa Indonesia bisa dapat APL (subsidi sewa)?

Bisa, dengan syarat kamu penerima beasiswa yang diakui Prancis (Eiffel, beasiswa pemerintah seperti LPDP yang terdaftar, atau beasiswa CROUS). Sejak reformasi 2026, mahasiswa non-EU yang swadana tidak lagi berhak atas APL. Kalau kamu pemegang beasiswa, ajukan segera setelah punya kontrak sewa dan nomor sekuritas sosial — nilainya sekitar €150-200 per bulan.

Kota mana yang lebih baik untuk anak teknik penerbangan?

Toulouse, jelas. Ini rumah Airbus dan ISAE-SUPAERO, sekolah penerbangan top Eropa. Kalau bidangmu dirgantara, teknik material, atau data science terapan industri, Toulouse memberi kombinasi kampus kelas dunia + ekosistem industri yang tidak dimiliki Montpellier.

Kota mana yang lebih cocok untuk bidang kedokteran atau biotek?

Montpellier. Fakultas kedokterannya tertua di Eropa Barat yang masih beroperasi, plus ekosistem riset kesehatan-bioteknologi yang padat. Kalau kamu tenaga kesehatan yang mau lanjut S2 bidang biologi molekuler, farmasi, atau kesehatan masyarakat, ini pilihan kuat.

Apakah dua kota ini ramah untuk mahasiswa muslim?

Cukup ramah. Keduanya punya toko halal, resto kebab yang merakyat (makan besar €8-12), dan komunitas muslim lokal. Montpellier juga punya komunitas mahasiswa Maghribi (Aljazair, Maroko) yang besar, sehingga urusan makanan halal itu tidak sulit. Musim panas panjang itu satu-satunya tantangan nyata buat ibadah Ramadhan — siapkan strategi sahur-puasa di siang 15 jam.

Berapa banyak uang yang harus aku bawa di bulan pertama?

Siapkan minimal €2.000-2.500 di luar tiket dan biaya kampus: untuk deposit sewa (1 bulan), beli perabotan kecil, abonemen transportasi, dan hidup 2-3 minggu pertama sebelum semua administrasi (rekening bank, securité sociale, APL) beres. Bulan pertama selalu paling mahal; setelah itu ritmenya turun.

Penutup: Kota yang Bikin Kamu Lupa Pulang (Tapi Tetap Pulang Ya)

Gitu deh kira-kira gambaran hidup di Montpellier dan Toulouse. Dua kota yang bukan Paris, tapi justru karena itu hidupnya lebih manusiawi buat mahasiswa — uang beasiswamu cukup, cuacanya cerah, komunitasnya hidup, dan tiap minggu ada cerita baru. Aku sendiri kalau bisa milih ulang, mungkin bakal milih kota selatan Prancis ini daripada nangkring mahal di ibu kota.

Gimana dengan kamu? Lagi mempertimbangkan kampus Prancis yang mana, atau mungkin masih banding-bandingin dengan Jerman atau Belanda? Cerita aja di kolom komentar — aku baca semua, dan biasanya saya balas. Kalau ada pengalaman hidup di selatan Prancis yang mau kamu share buat teman-teman yang lain, jangan sungkan. Semoga artikel ini membantu kamu menghitung, memilih, dan akhirnya berangkat. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Similar Posts