Beasiswa Chevening Fellowship: Bukan S2, Tapi Apa Isinya?

Halo, teman-teman. Jadi gini, kemarin aku lagi nongkrong di grup alumni, terus ada yang share poster “Chevening Fellowship”. Nah, di kolom komentar ramai banget. Ada yang nanya, “ini beasiswa S2 ya?”, ada yang bilang “kayak program magang aja”, bahkan ada yang bikin status kecewa karena kirain bisa dipakai kuliah master setahun di Inggris. Padahal… bukan itu ya, hehee.

Dan jujur, aku nggak heran orang bingung. Namanya aja sama-sama Chevening, logonya sama, portalnya juga nyaris mirip. Tapi Chevening Fellowship dan beasiswa Chevening yang biasa kita kenal itu dua produk beda dengan tujuan beda. Jadi biar kamu nggak salah sasaran kayak para komentator tadi, mari kita bedah pelan-pelan.

Jawaban Singkatnya Dulu Biar Nggak Penasaran

Kalau versi singkatnya begini: beasiswa Chevening itu master’s degree satu tahun penuh di universitas Inggris. Sedangkan fellowship itu program jangka pendek β€” bisa berupa short course, riset mandiri, atau penempatan profesional β€” yang ditujukan buat profesional tingkat menengah (mid-career) yang udah duduk di posisi berpengaruh dan nggak mungkin cuti setahun buat kuliah.

Biar gampang, bayangin begini: beasiswa itu kayak “sewa kamar setahun” buat pindah rumah ke Inggris dan belajar dari nol lagi. Fellowship itu kayak “menginap seminggu-dua bulan di rumah orang yang pintar”, kamu datang dengan topik yang udah kamu pegang, diskusi sama para ahli, jaringan nambah, lalu pulang dan langsung dipakai di kerjaanmu. Ringkas, padat, tajam.

Tabel Perbandingan: Beasiswa vs Fellowship

Oke, sekarang kita taruh berdampingan biar kelihatan jelas bedanya:

Aspek Chevening Scholarship (S2) Chevening Fellowship
Bentuk program Kuliah master 1 tahun di universitas UK Short course, riset mandiri, atau penempatan profesional
Durasi Β± 12 bulan Bervariasi, umumnya 8–12 minggu
Sasaran Mereka yang bisa cuti penuh dari pekerjaan Mid-career professional yang sudah berposisi berpengaruh dan tidak bisa cuti lama
Output Gelar master Sertifikat, jaringan, dan hasil riset/proyek
Waktu keberangkatan Sekali setahun (musim pendaftaran Agustus–November) Bervariasi, beberapa program berangkat di waktu yang sudah ditentukan sepanjang tahun
Pendaftaran Satu jalur besar untuk semua jurusan Per program, masing-masing punya halaman dan syarat sendiri

Nah, lho. Jadi jangan sampai kamu mati-matian menyiapkan esai studi master padahal yang kamu buka itu halaman fellowship. Dua-duanya berguna, tapi jalurnya beda jauh.

Sebenarnya Isi Fellowship Itu Apa Saja?

Menurut halaman resminya, Chevening Fellowships ditawarkan kepada profesional tingkat menengah yang sudah mencapai posisi kepemimpinan dan pengaruh, dan ingin memperdalam pengetahuan, jaringan, serta potensi diri mereka lewat short course, riset, atau penempatan profesional di institusi Inggris. Jadi bayangkan pesertanya: kepala dinas, redaktur senior, dosen madya, analis kebijakan, ilmuwan riset β€” bukan anak sarjana baru yang mau lanjut S2.

Contoh programnya pun beragam. Ada fellowship energi yang mempertemukan profesional senior sektor energi dengan akademisi Inggris untuk riset independen, ada program keamanan siber di Cranfield University yang bagian dari Defence Academy Inggris, ada program jurnalisme Asia Selatan, sampai fellowship riset tentang Islam dan masyarakat Muslim kontemporer di Oxford Centre for Islamic Studies. Durasinya umumnya berkisar antara 8 sampai 12 minggu tergantung programnya.

Dan ini penting: fellowship itu fully funded. Selama program, biaya perjalanan, akomodasi, dan uang saku ditanggung. Kamu tidak akan keluar uang sepeser pun untuk biaya program β€” mirip kakaknya, si beasiswa S2.

Mana yang Terbuka untuk Orang Indonesia?

Nah, ini bagian yang paling sering bikin orang kecewa, jadi aku mau jujur dari awal. Tidak semua fellowship terbuka untuk WNI. Beberapa program didesain untuk kawasan tertentu β€” misalnya program jurnalisme Asia Selatan itu untuk India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Afghanistan, dan Maladewa, bukan Indonesia. Program riset dan inovasi tertentu juga dibatasi untuk peserta India dan Sri Lanka.

Tapi jangan berkecil hati dulu. Secara desain, fellowship Chevening terbuka untuk negara-negara yang punya kedutaan Inggris, dan daftar programnya berubah dari tahun ke tahun. Yang menurutku paling relevan buat pembaca di sini adalah fellowship riset di bidang Islam dan masyarakat Muslim kontemporer β€” topik yang jelas-jelas dekat dengan banyak pembaca santrimalabar.id, dan secara historis pesertanya datang dari berbagai negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia. Caranya mudah: buka halaman Find a programme di situs resmi Chevening, lalu saring berdasarkan negaramu. Kalau Indonesia tidak muncul di filter program tertentu, ya memang bukan sasaranmu β€” pindah ke program berikutnya.

Program yang Sering Muncul (dan Siapa Sasarannya)

Biar kebayang, ini gambaran umum jenis-jenis fellowship yang pernah dijalankan. Ingat, daftar program bisa berubah setiap tahun β€” jadikan ini peta besar, bukan jadwal pasti:

Program Fellowship Fokus Lokasi Sekilas Sasaran
OCIS Fellowships Riset budaya dan peradaban Islam, masyarakat Muslim kontemporer Oxford Centre for Islamic Studies Akademisi dan profesional mid-career dari negara mayoritas Muslim
Energy Market Reform Riset independen reformasi pasar energi Universitas di Inggris Profesional senior sektor energi
Cyber Security Fellowship Kebijakan dan legislasi keamanan siber Cranfield University (Defence Academy UK) Pejabat dan profesional kebijakan siber (kawasan tertentu)
South Asia Journalism Programme Media dan proses demokrasi Universitas Westminster Jurnalis Asia Selatan (non-Indonesia)
CRISP Kepemimpinan riset, sains, dan inovasi Oxford Ilmuwan, peneliti, wirausahawan (India & Sri Lanka)

Cara Daftarnya Gimana?

Alurnya secara umum begini:

  1. Buka halaman resmi fellowship di situs Chevening, telusuri daftar program, dan cek eligibilitas negara satu per satu. Ini langkah paling penting β€” banyak yang gagal di sini.
  2. Pastikan kamu memenuhi profil: profesional mid-career, umumnya sudah menyelesaikan pendidikan tinggi, dan punya rekam jejak di bidang program yang dituju.
  3. Daftar lewat portal pendaftaran Chevening (sama-sama apply.chevening.org), isi data profesional, pengalaman kerja, dan esai yang diminta khusus untuk fellowship tersebut.
  4. Ikuti proses seleksi β€” umumnya ada tahap penelaahan dokumen lalu wawancara (biasanya daring untuk fellowship).
  5. Tunggu pengumuman, lalu urus visa dan keberangkatan sesuai panduan panitia.

Untuk jadwal, aku sengaja tidak mencantumkan tanggal spesifik karena tiap program punya jadwal buka-tutup yang berbeda dan bisa bergeser tiap tahun. Kalender paling akurat selalu ada di halaman masing-masing program. Prinsipku sederhana: kalau soal deadline, dengar langsung dari sumbernya, bukan dari blog β€” termasuk blog ini, hehee.

Satu Kabar yang Perlu Kamu Tahu

Akhir-akhir ini ada laporan bahwa beberapa program fellowship tertentu ditangguhkan untuk siklus 2027 sebagai bagian dari tinjauan strategis dan realokasi anggaran Chevening β€” beberapa di antaranya sedang mencari dukungan kemitraan sektor swasta agar bisa berjalan lagi. Sementara itu, pendaftaran beasiswa master reguler tetap dibuka normal. Artinya apa? Kalau targetmu memang fellowship, kamu harus rajin cek halaman resminya, karena peta program bisa berubah lebih cepat dari yang kita kira.

Baca Juga

Pertanyaan yang Sering Muncul

Chevening Fellowship itu untuk siapa?

Untuk profesional tingkat menengah yang sudah berada di posisi kepemimpinan atau pengaruh di bidangnya β€” misalnya pejabat pemerintah, jurnalis senior, akademisi, atau profesional sektor tertentu β€” dan tidak memungkinkan cuti setahun penuh untuk master. Kalau kamu baru lulus kuliah, program ini belum untukmu; yang cocok justru beasiswa S2 reguler.

Apakah fellowship ini memberi gelar master?

Tidak. Fellowship tidak memberi gelar akademik. Kamu mendapat pelatihan intensif, pengalaman riset atau profesional, jaringan, dan sertifikat β€” bukan ijazah master. Kalau gelar master yang kamu kejar, daftar jalur beasiswa Chevening saja.

Bisakah diikuti sambil tetap bekerja?

Justru itu desainnya. Karena durasinya pendek (umumnya sekitar dua sampai tiga bulan), peserta biasanya bisa mengambil cuti dari pekerjaan untuk mengikutinya, lalu kembali ke posisinya. Banyak peserta memang diposisikan tetap di kantornya selama ini.

Kapan pendaftarannya dibuka?

Tidak ada satu kalender tunggal β€” tiap program punya jadwal buka dan tutup sendiri, dan daftar programnya bisa berubah setiap tahun, termasuk beberapa yang sempat ditangguhkan untuk ditinjau. Cara paling aman: cek halaman resmi Chevening Fellowships secara berkala dan buka halaman program yang kamu minati untuk tanggal terkini.

Penutup

Jadi begitulah kisahnya kenapa aku bikin artikel ini β€” karena satu kata “fellowship” ternyata bikin banyak orang salah paham, termasuk teman-temanku sendiri. Intinya: fellowship itu bukan jalur pintas kuliah S2, tapi pintu lain yang menarik kalau kamu sudah mapan di bidangmu dan ingin memperdalam keahlian plus membangun jaringan internasional dalam waktu singkat. Kalau kamu masih di tahap membangun karier, fokus dulu ke beasiswa S2; fellowship akan menunggumu nanti.

Gimana dengan kamu β€” pernah kepikiran apply fellowship, atau malah baru tahu program kayak gini ada? Cerita saja di kolom komentar, aku seneng banget kalau artikel ini memicu diskusi. Dan kalau ada temanmu yang salah mengira fellowship itu beasiswa S2, silakan share artikel ini sebelum dia nulis esai yang salah sasaran, hehee. Semoga lancar perjuangannya!

Similar Posts